Apa Penyebab dan Faktor Risiko Batu Ginjal ?

Apa Penyebab dan Faktor Risiko Batu Ginjal

Siapa pun dapat terkena batu ginjal, tetapi beberapa orang lebih mungkin mengalaminya. Faktor risiko batu ginjal pertama adalah jenis kelamin. Pria memiliki risiko batu ginjal lebih besar daripada wanita. Batu ginjal juga lebih umum terjadi pada orang kulit putih non-Hispanik daripada orang dari etnis lain. Anda mungkin juga mengalami batu ginjal jika :

– Anda pernah menderita batu ginjal sebelumnya.

– Seseorang dalam keluarga Anda menderita batu ginjal.

– Anda tidak minum cukup air.

– Anda mengikuti diet tinggi protein, natrium dan / atau gula.

– Anda kelebihan berat badan atau obesitas.

– Anda pernah menjalani operasi bypass lambung atau operasi usus lainnya.

– Anda memiliki penyakit ginjal polikistik atau penyakit ginjal kistik lainnya.

– Anda memiliki kondisi tertentu yang menyebabkan urin Anda mengandung sistin, oksalat, asam urat atau kalsium tingkat tinggi.

– Anda memiliki kondisi yang menyebabkan pembengkakan atau iritasi pada usus atau sendi Anda.

– Anda minum obat-obatan tertentu, seperti diuretik (pil air) atau antasida berbasis kalsium.

Faktor risiko batu ginjal

Faktor risiko terbesar untuk batu ginjal adalah menghasilkan kurang dari 1 liter urin per hari. Inilah sebabnya mengapa batu ginjal sering terjadi pada bayi prematur yang memiliki masalah ginjal. Namun, batu ginjal kemungkinan besar terjadi pada orang berusia antara 20 dan 50 tahun.

Faktor resiko lain yaitu seks. Lebih banyak pria daripada wanita yang mengembangkan batu ginjal, menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK). Selain itu, riwayat batu ginjal dapat meningkatkan risiko Anda. Begitu juga riwayat keluarga dengan batu ginjal.

Faktor risiko batu ginjal lain termasuk : dehidrasi, kegemukan, diet dengan kadar protein, garam, atau glukosa yang tinggi, kondisi hiperparatiroid, operasi bypass lambung, penyakit radang usus yang meningkatkan penyerapan kalsium, minum obat-obatan seperti diuretik triamterene, obat anti kejang, dan antasida berbasis kalsium.

Mengenali gejala dan tanda-tanda batu ginjal

Batu ginjal diketahui menyebabkan sakit parah. Gejala batu ginjal mungkin tidak terjadi sampai batu mulai bergerak ke bawah ureter. Nyeri hebat ini disebut kolik ginjal. Anda mungkin merasakan sakit di satu sisi punggung atau perut.

Pada pria, rasa sakit bisa menjalar ke area selangkangan. Rasa sakit kolik ginjal datang dan pergi, tetapi bisa sangat intens. Penderita kolik ginjal cenderung gelisah. Gejala lain dari batu ginjal dapat meliputi : darah dalam urin (urin merah, merah muda, atau coklat), muntah, mual, urin berubah warna atau berbau busuk, panas dingin, demam, sering perlu buang air kecil, buang air kecil sedikit saja. Dalam kasus batu ginjal kecil, Anda mungkin tidak memiliki rasa sakit atau gejala apa pun ketika batu melewati saluran kemih Anda.

Batu tidak selalu tinggal di ginjal. Terkadang mereka berpindah dari ginjal ke ureter. Ureter berukuran kecil dan halus, dan batu-batunya mungkin terlalu besar untuk dapat melewati ureter dengan lancar ke kandung kemih. Saluran batu ke ureter dapat menyebabkan kejang dan iritasi pada ureter. Hal ini menyebabkan darah muncul dalam urin. Terkadang batu menghambat aliran urin. Kondisi ini disebut obstruksi saluran kemih. Penyumbatan kemih dapat menyebabkan infeksi ginjal dan kerusakan ginjal.

Jika Anda mengalami gejala-gejala batu ginjal, sebaiknya segera hubungi penyedia layanan kesehatan. Tindakan medis sangat penting untuk dilakukan segera mungkin karena dengan mengetahui ukuran ginjal atau keadaannya, Anda bisa segera mendapatkan pertolongan. Ukuran batu ginjal yang masih kecil bisa segera ditangani daripada batu ginjal yang berukuruan besar.

Sumber :

www.healthline.com

www.kidneyfund.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Any Queries? Ask us a question at +0000000000